Home » HEADLINES

Category Archives: HEADLINES

Archives

Categories

Cara Kelola Pembelajaran Daring Lewat Modul PPPPTK Matematika

Yogyakarta – Pembelajaran melalui moda daring saat ini banyak diterapkan oleh sekolah-sekolah sejak ditutup karena antisipasi penyebaran virus Covid-19. Agar siswa tidak ketinggalam materi pelajaran, guru kemudian menggunakan pembelajaran daring dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia.

Ada banyak aplikasi yang bisa digunakan oleh guru ketika melaksanakan pembelajaran daring. Mulai dari yang gratis hingga berbayar. Salah satu yang bisa dimanfaatkan oleh guru adalah penggunaan Google Classroom. 

E:\DOWNLOADS\2020_03_24_14_14_20_Modul_Online_Google_Classroom_dan_kuiz_Online_1_.pdf_Adobe_Acrobat_Reader_D.jpg
Modul Seri Bimbingan Teknis Online: Pembuatan Kuis Online dan Pengelolaan Pembelajaran dalam Google Classroom

Google Classroom merupakan layanan yang dimiliki Google yang membantu membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih produktif dan bermakna dengan menyederhanakan tugas, meningkatkan kolaborasi, dan membina komunikasi. Dalam Google Classroom, guru dapat membuat kelas, memberikan tugas, mengirimkan masukan, dan melihatnya di satu tempat. 

Untuk mengetahui cara memanfaatkan Google Classroom secara optimal, PPPPTK Matematika mengeluarkan modul yang berjudul Seri Bimbingan Teknis Online: Pembuatan Kuis Online dan Pengelolaan Pembelajaran dalam Google Classroom. Modul ini tersedia secara gratis dan dapat diunduh di http://gg.gg/google_classroom_p4tkmat. Tersedia juga narahubung untuk konsultasi gratis terkait isi materi modul tersebut, yaitu  Indarti, M. Ed (082145450522) dan Rohmitawati, S.Si, M.Pd (08112578140).

Modul yang dikeluarkan oleh PPPPTK Matematika ini memberikan pengenalan dan panduan dalam merancang dan mengelola pembelajaran dengan menggunakan Google Classroom yang meliputi pembuatan, penambahan bahan-bahan materi dan aktivitas serta pembuatan tugas dan kuis.

Nah, jadi tunggu apalagi? Jangan ragu Bapak/Ibu Guru untuk memanfaatkan dan mengunduh secara gratis modul yang telah disusun oleh Tim PPPPTK Matematika. Semoga melalui modul ini, tugas Bapak/Ibu Guru dalam mengelola pembelajaran daring menjadi lebih mudah dan menyenangkan. (RK)

PPPPTK Matematika Bekerja dari Rumah

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2020-03-21 at 8.42.03 PM.jpeg

Gerakan AJarMat Bantu Orang Tua Dampingi Anak Belajar di Rumah

Yogyakarta – Mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, banyak sekolah di Indonesia digantikan dari kegiatan belajar mengajar metode tatap muka menjadi pembelajaran secara daring di rumah. Tak terkecuali di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan bahwa seluruh pelajar di DIY tanggal 23 s.d. 31 Maret 2020 diputuskan untuk belajar secara daring di rumah.

Selama belajar di rumah umumnya anak-anak didampingi oleh orang tua dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Dalam proses pendampingan belajar ini adakalanya orang tua merasa kesulitan membantu anaknya untuk memahami topik mata pelajaran tertentu. Curhatan kesulitan orang tua dalam mendampingi anaknya belajar di rumah banyak beredar juga di media sosial. Mulai dari kesulitan mendisiplinkan anak untuk mau belajar, gaptek teknologi, hingga kesulitan membantu menyelesaikan soal-soal pelajaran.

Logo Gerakan AJarMat

PPPPTK Matematika saat ini telah memiliki program Gerakan Ayo Belajar Matematika (AJarMat) yang diluncurkan tanggal 7 November 2019 lalu oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Dr. Supriano, M.Ed. Gerakan AJarMat dibuat oleh PPPPTK Matematika dengan memberdayaan alumni yang disebut Kader AJarMat dalam mengawal dan membantu orang tua mendampingi anaknya belajar matematika. Saat ini Gerakan AJarMat baru ditujukan untuk jenjang SD.

Peran Kader AJarMat dalam gerakan AJarMat adalah memberikan wawasan kepada orang tua bagaimana cara mendampingi anak belajar matematika dengan cara-cara yang sederhana dan mudah dimengerti. Melalui cara ini diharapkan orang tua memiliki kepercayaan diri dalam mendampingi anak belajar matematika di rumah, dengan membuat suasana belajar matematika menjadi menyenangkan.

Gerakan AJarMat juga telah memiliki buku saku sebagai pegangan bagi orang tua. Sudah ada dua buku saku yang diterbitkan yaitu: Buku Saku Gerakan Ayo Belajar Matematika (AJarMat) Seri 1: “Matematika itu Tidak Sulit Koq…?!” dan Buku Saku Gerakan Ayo Belajar Matematika (AJarMat) Seri 2: “Mendampingi anak SD kelas awal belajar matematika”. Di dalam buku saku tersebut, orang tua diberi contoh-contoh sederhana pembelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dijadikan sarana dalam membantu anak memahami pelajaran dengan cara-cara yang menyenangkan.
Selain itu, PPPPTK Matematika juga membuka Klinik Pembelajaran Matematika daring di grup Facebook dengan nama Klinik AJarMat dan ke depan juga direncanakan untuk membuat klinik luring dengan nama Rumah Kader AJarMat di berbagai wilayah. Untuk mengetahui info lengkap tentang AJarMat masyarakat bisa mengaskses alamat http://p4tkmatematika.kemdikbud.go.id/ajarmat/ . (RK)

Antisipasi Penyebaran Covid-19, PPPPTK Matematika berlakukan BDR

Yogyakarta – Merebaknya virus Covid-19 di Indonesia telah menimbulkan keprihatinan atas banyaknya korban yang telah terinfeksi. Trend data jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 sejak diumumkan oleh Presiden RI, Joko Widodo tanggal 2 Maret 2020 meningkat pesat dari berjumlah 2 orang menjadi 172 orang per tanggal 18 Maret 2020.

E:\DOWNLOADS\IMG_8831.JPG
Gedung Induk PPPPTK Matematika

Berdasarkan perkembangan tersebut, pemerintah menerapkan langkah untuk mengantisipasi dan meminimalisir penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan menerapkan kebijakan work from home (WfH)/bekerja dari rumah (BDR). Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menteri PANRB) No. 19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Selanjutnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim juga telah mengeluarkan SE Mendikbud No. 36962/MPK.A/HK/2020 mengenai Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). 

Menindaklanjuti SE Mendikbud tersebut, Plt. Kepala PPPPTK Matematika, Dr. Dra. Sarjilah, M.Pd., dalam rapat di Ruang Pleno yang dihadiri oleh seluruh ASN dan PPNPN PPPPTK Matematika, Selasa (17/3/2020) menetapkan bahwa mulai tanggal 18 Maret 2020 hingga tanggal 31 Maret 2020, pegawai PPPPTK Matematika menjalankan pekerjaan dari rumah. Kebijakan ini dilaksanakan dengan aturan tertentu dimana ada jadwal bergilir bagi pegawai untuk tetap masuk melaksanakan tugas di kantor yang mau tidak mau harus dilaksanakan agar operasional kantor tetap dapat berjalan dengan baik meskipun terbatas.

Seluruh pegawai PPPPTK Matematika yang melaksanakan work from home (WfH)/bekerja dari rumah (BDR) selanjutnya dipantau oleh atasan masing-masing dengan melaporkan hasil pekerjaan harian yang disesuaikan dengan SKP masing-masing. (RK)

PPPPTK Matematika Dampingi Siswa SMPN 1 Turi Yogyakarta Belajar Matematika yang Menyenangkan

Yogyakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemdikbud Daerah Istimewa Yogyakarta mendirikan posko program pendampingan di SMPN 1 Turi Yogyakarta untuk memberikan pendampingan psikologi dan sosial, serta pengalaman dan semangat baru bagi siswa atas terjadinya insiden susur sungai beberapa waktu lalu. Posko ini didirikan selama seminggu mulai tanggal 24 s.d. 29 Februari 2020 di SMPN 1 Turi Yogyakarta.

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2020-02-25 at 1.41.43 PM.jpeg
Siswa kelas VII SMPN 1 Turi Yogyakarta mendengarkan dengan seksama penjelasan mengenai permainan matematika dari Widyaiswara PPPPTK Matematika.

PPPPTK Matematika sebagai salah satu UPT Kemdikbud DIY, ikut berpartisipasi dalam kegiatan pendampingan tersebut dengan memberikan aktivitas pembelajaran matematika yang menyenangkan. Selasa (25/2/2020), tim PPPPTK Matematika selama satu hari mengenalkan kepada siswa mengenai pembelajaran matematika yang menyenangkan melalui games matematika yang bersifat menghibur dan mengasah nalar siswa.

Tim PPPPTK Matematika memberikan layanan pendampingan terbagi ke dalam 8 kelas yaitu untuk siswa kelas VII dan VIII dengan masing-masing kelas terdiri dari 1 orang widyaiswara dan tim relawan dari Kementerian Sosial DIY. Selama pendampingan tersebut, siswa diajak untuk melakukan aktivitas dengan bermain menggunakan permainan matematika seperti tangram, menara hanoi, loncat katak, dan lain-lain.

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2020-02-25 at 1.41.58 PM.jpeg
Siswa kelas VIII SMPN 1 Turi Yogyakarta tertawa gembira ketika mencoba menjawab tantangan teka-teki matematika.

Secara umum berdasarkan pengamatan selama aktivitas kegiatan tersebut, siswa mengikuti semua aktivitas dengan gembira dan antusias. Siswa kelas VIII, Amaliya Utami mengaku sangat menikmati kegiatan permainan matematika yang diikutinya. “Permainan matematika yang saya ikuti ternyata bermanfaat karena sekaligus saya bisa belajar matematika. Kegiatan ini juga membantu saya semangat lagi di sekolah,” ungkap Amaliya.

Siswa lain bernama Muhammad Surya Samudra bahkan meminta agar kegiatan serupa juga diadakan lagi karena menurutnya sangat menyenangkan dan menghibur. Surya mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan pembelajaran matematika dengan cara yang menyenangkan tetapi ada unsur belajarnya.

Setelah melakukan pendampingan, dilakukan evaluasi harian dari masing-masing Tim di setiap kelas untuk melaporkan pengamatan selama aktivitas di kelas. Secara umum, di hari kedua dilaporkan siswa merasa gembira dengan kegiatan di kelas melalui permainan matematika yang menghibur dan menyenangkan. Bagi siswa yang masih merasa perlu diberikan pendekatan dan pendampingan kemudian dijadikan catatan untuk segera ditindaklanjuti dengan penanganan yang tepat. (RK)

Tim Kemdikbud Tinjau Insiden Susur Sungai SMPN 1 Turi Yogyakarta

Yogyakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merespon cepat insiden susur sungai SMPN 1 Turi Yoygakarta yang terjadi Jumat (21/2/2020) dengan mengutus Sekretaris Jenderal Kemdikbud, Prof. Ainun Na’im, Ph.D., bersama tim meninjau langsung lokasi dan sekaligus mengunjungi korban insiden tersebut, Sabtu (23/2/2020).

Hal pertama yang dilakukan oleh Sesjen adalah mendatangi sekolah SMPN 1 Turi Yogyakarta untuk mendapatkan informasi terkini secara langsung atas insiden yang terjadi. Pada kesempatan tersebut, Prof. Ainun juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada Kepala Sekolah SMPN  1 Turi Yogyakarta atas jatuhnya korban susur sungai. Dari insiden tersebut korban selamat yang mengalami luka ringan dan berat dirawat di Puskesmas Turi Sleman juga dikunjungi oleh Prof. Ainun.

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2020-02-22 at 12.08.58 PM.jpeg
Sesjen Kemdikbud, Prof. Ainun Na’im, Ph.D., memberikan pernyataan kepada wartawan atas insiden susur sungai SMPN 1 Turi Yogyakarta.

Selanjutnya, Prof. Ainun memberikan pengarahan di Dinas Pendidikan Kab. Sleman yang dihadiri oleh semua Kepala Sekolah jenjang SMP se-kabupaten Sleman. Dalam arahan tersebut, Prof. Ainun meminta kepada Kepala Sekolah agar menjadikan sekolah sebagai tempat yang paling aman untuk anak didik.  Tidak hanya kondisi fisik sekolah yang aman tetapi juga program sekolah harus mempertimbangkan keamanan anak didik.

“Program ekstrakurikuler sekolah sedianya adalah program yang memperhitungkan kondisi lingkungan untuk keselamatan anak didik. Jika ada program yang dilahirkan di luar sekolah maka harus diperhitungkan dengan baik keselamatan anak didik termasuk juga melibatkan masyarakat di daerah tempat kegiatan tersebut.” Ujar Prof. Ainun.

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2020-02-22 at 12.04.52 PM.jpeg
Sesjen Kemdikbud, Prof. Ainun Na’im, Ph.D., didampingi Kepala PPPPTK Matematika, Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd., menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban insiden susur sungai SMPN 1 Turi Yogyakarta.

Usai memberikan arahan di Disdik Sleman, Tim Kemdikbud meninjau lokasi Sungai Sempor tempat insiden susur sungai yang terjadi Jumat kemarin. Selanjutnya rombongan melakukan takziah dan menyampaikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal yaitu: Nur Azizah siswi kelas VIII A dan Latifah Zulfa siswi kelas VIII B. Prof. Ainun juga menyampaikan ucapan belasungkawa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kepada keluarga korban insiden susur sungai tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Kepala PPPPTK Matematika, Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd., saat mendampingi Sesjen Kemdikbud menyatakan bahwa atas dampak dari insiden ini, menyarankan kepada Kepala Sekolah untuk melakukan trauma healing kepada anak-anak yang mengalami insiden ini. Dengan trauma healing ini diharapkan kondisi psikis anak-anak bisa pulih setelah mengalami musibah tersebut.

Daswatia juga menyatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler sekolah tetap bisa dilakukan tetapi tetap mempertimbangkan keamanan dan keselamatan siswa didik serta dengan memperhatikan kondisi lingkungan. Salah satu alternatif kegiatan ekstrakurikuler yang aman bagi siswa adalah melalui kegiatan rekreasi matematika yang bisa dilakukan di dalam sekolah. (RK)

Mendikbud Sampaikan Belasungkawa Atas Insiden Susur Sungai SMPN 1 Turi Yogyakarta

Jakarta, Kemendikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan belasungkawa kepada keluarga siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Turi yang menjadi korban jiwa dalam insiden di sungai Sempor, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Saat ini tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah bekerja sama dengan pemerintah daerah serta pihak-pihak terkait untuk memastikan evakuasi dan penanganan para korban menjadi prioritas.

“Saya menyampaikan belasungkawa dari lubuk hati yang paling dalam atas tragedi ini. Semoga orang tua serta keluarga siswa yang menjadi korban jiwa dapat diberi kekuatan menghadapi cobaan ini,” ujar Mendikbud Nadiem di Jakarta, Sabtu (22/2). 

Terkait siswa yang mengalami luka-luka serta trauma karena kejadian itu, Mendikbud berharap segera mengalami kesembuhan serta pemulihan. 

Selain memastikan prioritas perawatan kepada para korban luka dan trauma psikis, Mendikbud juga meminta tim Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen) bersama tim dari Inspektorat Jenderal untuk segera melakukan investigasi di lapangan. Saat ini, Sekretaris Jenderal (Sesjen) dan Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud sedang berada di lokasi untuk meninjau dan memberikan arahan penanganan secara langsung.

“Kami bersama pemerintah setempat dan pihak berwajib terjun langsung ke lapangan untuk menelusuri apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi,” ungkap Mendikbud. 

Insiden yang terjadi pada Jumat (21/2) ini, menurut Mendikbud, menjadi contoh bagi setiap sekolah untuk terus berhati-hati dan waspada dalam melaksanakan aktivitas di luar sekolah. “Sekolah mesti benar-benar memastikan semua kegiatan di bawah pembinaan sekolah agar dapat mengutamakan keamanan dan keselamatan siswa. Itu yang terpenting. Jadi harus dipertimbangkan secara matang,” tegasnya. 

Berdasarkan laporan terakhir yang diterima dari tim Kemendikbud di lapangan, sebanyak 249 siswa kelas VII dan VIII SMPN 1 Turi mengikuti kegiatan susur sungai sebagai bagian dari mancakrida ekstrakurikuler Pramuka. 

Sebanyak 216 siswa selamat, kemudian sebanyak 21 dengan kondisi luka ringan, dan 2 siswa mengalami luka berat dan telah dirawat inap di Puskesmas. Jumlah korban jiwa sebanyak delapan siswa atas nama Nur Azizah (15), Latifah Zulfa (15), Sovie Aulia (15), Arisma Rahmawati (13), Khoirunnissa Nurcahyani Sukmania (14), Evieta Putri Larasati (13), dan Fanesha Dida (13), dan Nadine Fadila Khasanah (13). Kemudian dilaporkan, dua jenazah korban jiwa masih belum teridentifikasi. (Siaran Pers No: 32/Sipres/A6/II/2020)

LAKIP PPPPTK Matematika Tahun 2019

Pengantar Kepala PPPPTK Matematika

Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) Tahun 2019 ini merupakan laporan kinerja tahun kelima dari periode Rencana Strategis (Renstra) PPPPTK Matematika tahun 2015-2019 yang menyajikan informasi kinerja atas pencapaian sasaran strategis dan indikator kinerjanya sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kinerja PPPPTK Matematika Tahun 2019.

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah telah mengamanatkan kepada setiap instansi pemerintah untuk menyusun laporan kinerja setiap tahun. Laporan ini menyajikan informasi kinerja atas pencapaian sasaran strategis beserta indikator kinerjanya sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kinerja PPPPTK Matematika tahun 2019.

PPPPTK Matematika pada tahun 2019 menetapkan 1 (satu) sasaran dan 2 (dua) indikator kinerja. Secara umum PPPPTK Matematika telah berhasil merealisasikan target kinerja yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja.

Meskipun telah banyak capaian keberhasilan, namun masih banyak permasalahan yang perlu diselesaikan di tahun mendatang. Permasalahan tersebut diantaranya belum adanya database guru seluruh Indonesia yang lengkap dan bisa diakses oleh PPPPTK Matematika untuk penelusuran data peserta diklat serta adanya penambahan dana di akhir tahun. Dengan dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan permasalahan yang dihadapi tersebut dapat segera terselesaikan.

Melalui laporan kinerja ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif tentang kinerja yang dihasilkan PPPPTK Matematika pada tahun 2019. Semoga laporan kinerja ini bermanfaat sebagai bahan evaluasi perencanaan program/kegiatan dan anggaran, perumusan kebijakan bidang pendidikan dan kebudayaan serta peningkatan kinerja di tahun mendatang.

LAKIP PPPPTK MATEMATIKA 2019

Mengenal Pemimpin PPPPTK Matematika dari Masa ke Masa

Yogyakarta – Sejak didirikannya Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika yang dahulu bernama Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) Matematika pada tahun 1980, dan mulai beroperasional secara resmi tanggal 13 November 1980, lembaga ini tercatat memiliki 9 orang Kepala sebagai pucuk pimpinan.

E:\DOWNLOADS\Kapus periode rev 1.jpg
Foto Kepala PPPPTK Matematika
  1. Drs. Hirdjan (1980-1985)

Menjabat sebagai Kepala PPPG Matematika pertama kali, Drs. Hirdjan memiliki latar belakang sebagai seorang guru SMA di Yogyakarta dan juga sebagai dosen pengajar di FMIPA IKIP Yogyakarta (sekarang UNY). Dalam lima tahun masa kepemimpinannya beliau mengembangkan beberapa program akademis diantaranya adalah Pemantapan Kerja Guru (PKG),  Penataran Guru Pengembang (Key Teachers) SD, Peningkatan Kemampuan Guru IPA, dan Lokakarya Guru SPG dan SMK. Selain itu juga melakukan pengembangan fasilitas fisik bangunan. 

  • Drs. Soemirat (1986-1992)

Kepemimpinan PPPG Matematika selanjutnya diteruskan oleh Drs. Soemirat. Sebelum menjabat sebagai Kepala, beliau menjabat sebagai salah satu Kepala Bidang di masa kepemimpinan Drs. Hirdjan. Dengan latar belakang pengalaman tersebut, Drs. Soemirat mampu menjalankan dan meneruskan program dengan baik dari kepemimpinan sebelumnya. Program akademis yang dijalankan pada masa kepemimpinan Drs. Soemirat diantaranya adalah: Penataran meliputi PKG dan Perintisan Diklat Berjenjang, Kompetisi Matematika IMO (International Mathematics Olympiad), dan Program IMEN (Indonesian Mathematics Educational Network). Disamping itu juga mengembangkan program non akademis lainnya.

  • Drs. Soeparto Danukusumo (1992-1994)

Drs. Soeparto Danukusumo memimpin PPPG Matematika selama dua tahun. Pada masa kepemimpinannya beliau meneruskan beberapa program yang telah dirintis oleh Kepala periode sebelumnya dan mengembangkan beberapa program baru seperti Penulisan Modul. Pada masa ini, Drs. Soeparto Danukusumo memberi perhatian khusus pada penataan naskah lembaga. Selain program akademis, beliau juga berkomitmen menjalankan program non akademis seperti kegiatan upacara bendera, upacara HUT PPPG Matematika, koperasi, dan darma wanita.

  1. Drs. Harsono (1994-1998)

Kepemimpinan selanjutnya diteruskan oleh Drs. Harsono selama empat tahun. Sama seperti kepemimpinan di periode sebelumnya, beliau juga meneruskan program yang telah dijalankan oleh pendahulunya dan melakukan beberapa pengembangan. Pada masa ini beliau memperhatikan peningkatan mutu SDM dengan mendukung para pegawai untuk melakukan penyesuaian maupun penyetaraan ijazah. Pada masa ini juga mulai dirintis diklat swadana bagi KKG dan MGMP serta mahasiswa pendidikan dari perguruan tinggi. Pada masa ini juga Buletin LIMAS diterbitkan pertama kali tahun 1995. 

  • Drs. Mashari Subagijono, M.Pd. (1998-2005)

Drs. Mashari Subagijono, M.Pd., memegang rekor kepemimpinan PPPG Matematika terlama selama 7 tahun dibandingkan seluruh Kepala yang pernah menjabat di PPPG Matematika hingga saat ini. Selain melanjutkan dan mengembangkan program akademis, pada masa kepemimpinan beliau melakukan pengembangan unit produksi dan fasilitas pendukung dengan membentuk beberapa unit layanan jasa pelatihan dan produksi alat peraga dan media pembelajaran matematika.

  • Drs. Kasman Sulyono, M.M. (2005-2009)

Pada masa kepemimpinan Drs. Kasman Sulyono, M.M., PPPG Matematika mengalami perubahan struktur organisasi dan berubah menjadi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika pada tahun 2007. Pada periode ini, selain meneruskan dan mengembangkan program akademis sebagai program lembaga, di tahun 2005 mulai merintis persiapan sertifikasi ISO dan pada tahun 2006 berhasil meraih sertifikat ISO 9001:2000. Selanjutnya pada tahun 2009, PPPPTK Matematika melakukan penyesuaian standar ISO 9001:2008.

  • Herry Sukarman, M.Sc.Ed., (2009-2010)

Herry Sukarman, M.Sc.Ed., menjadi Kepala yang memimpin PPPPTK Matematika tersingkat diantara Kepala PPPPTK Matematika yang lainnnya. Beliau secara konsisten melanjutkan program lembaga yang telah dirintis oleh Kepala periode sebelumnya. Di bawah kepemimpinannya PPPPTK Matematika mempersiapkan diri untuk mencapai lembaga yang memiliki kinerja baik sehingga membuahkan hasil mendapatkan Penghargaan Piala Citra Pelayanan Prima Tahun 2010 dari Presiden Republik Indonesia. Beliau juga meninggalkan warisan berupa Lagu Mars PPPPTK Matematika yang dicipatakan langsung oleh beliau.

  • Prof. rer.nat. Widodo, M.S. (2011-2015)

PPPPTK Matematika selanjutnya dipimpin oleh Prof. rer.nat.Widodo., M.S., selama empat tahun. Di bawah kepemimpinan Prof. Widodo, PPPPTK Matematika mengembangkan tiga program akademis secara garis besar terdiri dari Pengembangan diri, Publikasi Ilmiah, dan Karya Inovatif. Beberapa program unggulan dilahirkan di masa dan masih berlanjut hingga saat ini diantaranya SeNdiMat, ONIP, PKB Two in One (sekarang PIKIMAT), PRIMATika, dan Jurnal IDEAL MATHEDU. Untuk hal bersifat non akademis, Prof. Widodo tetap melanjutkan tradisi-tradisi baik yang sudah ada dan berjalan di PPPPTK Matematika.

  • Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd. (2015-2020)

Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd., adalah satu-satunya perempuan yang menjadi Kepala PPPPTK Matematika hingga saat ini. Sama seperti pendahulunya, beliau juga melanjutkan dan mengembangkan program akademis yang sudah ada dan juga pada masa ini lahir program unggulan baru dengan cakupan lebih luas lagi yaitu seminar bertaraf internasional yang dilaksanakan 2 tahun sekali, yaitu ISMaTeL. Di masa kepemimpinan beliau,  perkembangan kesenian juga mengalami kemajuan yaitu dengan berpartisipasinya PPPPTK Matematika dalam Festival Karnaval bertaraf Internasional di Jember Fashion Carnaval Tahun 2019 dan Jogja Fashion Carnaval 2019. Pada periode ini juga pembangunan sarana dan prasarana perkantoran juga menjadi salah satu prioritas.

Sembilan Kepala yang pernah memimpin lembaga ini dari awal bernama PPPG hingga menjadi PPPPTK Matematika telah memberikan kontribusi yang besar bagi perkembangan lembaga dan menjadi bagian dari sejarah yang tidak bisa dilupakan oleh lembaga. Masing-masing Kepala memiliki kekhasan dalam memimpin dan memajukan lembaga ini menjadi lembaga yang besar dan memiliki manfaat bagi dunia pendidikan khususnya matematika. (RK)

Sekilas Menengok PPPPTK Matematika di Masa Lampau

Yogyakarta – Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika pada tahun 2020 akan memasuki usia 40 tahun. Sejarah panjang perjalanan lembaga ini dari awal hingga menjadi PPPPTK Matematika terekam dalam berbagai dokumentasi foto yang menggambarkan suasana PPPPTK Matematika di masa lampau.

Perubahan yang paling jelas terlihat tentu saja perubahan fisiknya. Ibarat manusia, lembaga ini terus tumbuh dan membesar. Sebagaimana yang terlihat dalam Foto 1, bangunan gedung induk pada tahun 1980 masih terlihat sederhana dan hanya satu lantai. Foto ini diambil pada saat peresmian lembaga yang pada awalnya bernama Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Dr. Daoed Joesoef tanggal 13 November 1980.

G:\01_Bahan\00_b_kepala\01_hirdjan 1980-1986\foto Hirdjan\Peresmian PPPG\tahun82076-crop.jpg
Foto 1. PPPG Matematika Tahun 1980
E:\DOWNLOADS\Poto gedung induk.jpg
Foto 2. PPPPTK Matematika Tahun 2020

Bandingkan perubahan yang terjadi sejak tahun 1980 dan 2020. Wajah utama PPPPTK Matematika sudah berubah. Gedung induk yang dulunya hanya terdiri 1 lantai sekarang sudah menjadi 2 lantai (Foto 2). Perubahan ini tentu saja disesuaikan dengan jumlah pegawai yang berkembang dengan tugas yang semakin bertambah sesuai dengan perkembangan zamannya.

E:\DOWNLOADS\tes 1.png
Foto 3. Aula PPPG Matematika Tahun 1980
E:\DOWNLOADS\tes 1.jpg
Foto 4. Aula PPPPTK Matematika Tahun 2020

Aula yang dimiliki oleh PPPPTK Matematika (Foto 3 dan 4) juga mengalami perkembangan baik dalam fasilitas juga dalam hal daya tampung. Jika pada awal berdirinya hanya terdiri dari satu lantai saat ini aula yang dimiliki oleh PPPPTK Matematika terdiri 3 lantai dengan total daya tampung sekitar 700 orang, dan diberi nama Aula Ki Hadjar Dewantara. Aula ini digunakan untuk kegiatan kelembagaan baik yang bersifat akademis maupun non akademis. Selain itu instansi luar dan masyarakat umum bisa memanfaatkan penggunaan aula ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

E:\DOWNLOADS\tes 1.jpg
Foto 5. Ruang Kelas Tahun 1980
E:\DOWNLOADS\tes 1.jpg
Foto 6. Ruang Kelas Tahun 2020

Sebagai lembaga yang menangani kegiatan Diklat, PPPPTK Matematika memiliki sarana ruang kelas yang digunakan dalam proses pembelajaran. Sayangnya untuk data jumlah dan kapasitas kelas pada awal berdirinya lembaga ini tidak terdokumentasi dengan baik, sehingga hanya bisa melihat bukti fisik berdasarkan foto-foto dokumentasi. Untuk saat ini, PPPPTK Matematika memiliki 14 ruang kelas dengan rincian 6 kelas berada di Gedung Gauss (4 lantai) dan 8 ruang kelas berada di Gedung Phytagoras (3 lantai) dengan masing-masing ruang kelas berkapasitas 40 orang.

E:\DOWNLOADS\tes 1.jpg
Foto 7. Perkembangan Mobil Dinas PPPPTK Matematika

Sarana lain seperti mobil dinas juga mengalami perkembangan sesuai waktu dan kebutuhannya untuk mendukung kelancaran aktivitas kelembagaan. Saat ini ada 9 mobil dinas yang dimiliki oleh PPPPTK Matematika. Fasilitas ini digunakan oleh pegawai PPPPTK Matematika untuk melaksanakan tugas kedinasan. 

Masih banyak lagi foto dokumentasi yang menggambarkan dinamika PPPPTK Matematika dari sejak berdiri hingga sekarang. Foto dokumentasi memiliki kekuatan tersendiri untuk merekam potongan suasana di masa lampau untuk dijadikan bukti sejarah. Sekilas gambar yang terekam dalam foto ini semoga bisa mengingatkan kembali pegawai PPPPTK Matematika terkait perjalanan panjang yang sudah ditempuh dalam mengemban tugas di bidang kediklatan. Selain itu, masyarakat juga bisa melihat bagaimana awal berdirinya lembaga ini. Bagi yang pernah berada pada masa tersebut semoga membawa kenangan indah karena ikut berada dalam sejarah tersebut. (RK)