Home » BERITA » Umum » Peserta ISMaTeL Lakukan Studi Etnomatematika di Situs Budaya

Archives

Categories

Peserta ISMaTeL Lakukan Studi Etnomatematika di Situs Budaya

Yogyakarta – Sebanyak 201 peserta 1st International Seminar on Mathematics Teaching and Learning (ISMaTeL) melakukan studi etnomatematika di empat situs budaya di Yogyakarta, Rabu (23/10/2019). Situs budaya yang dikunjungi adalah Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, Keraton Yogyakarta, dan Kerajinan Perak di Kotagede.

Peserta ISMaTeL melakukan studi etnomatematika di Candi Prambanan, Rabu (23/10/2019).

Selama kunjungan di situs budaya, peserta mendapat tugas untuk melakukan pengamatan di setiap masing-masing situs budaya yang dikunjungi serta mencatat aspek budaya yang dapat diamati sebagai potensi yang bisa digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas. Dari potensi budaya yang diamati tersebut kemudian ditentukan topik matematika yang akan digunakan dalam pembelajaran.

Hasil pengamatan di situs budaya tersebut selanjutnya menjadi bahan diskusi pleno dengan dipandu oleh Tim Etnomatematika yang terdiri dari dosen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Tidar Magelang, dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Peserta studi etnomatematika di Keraton Ratu Boko melakukan pengamatan untuk mencari aspek budaya yang memiliki kaitan dengan pembelajaran matematika.

Salah satu peserta yang mengikuti studi etnomatematika di Keraton Ratu Boko, Ansar Langnge dari SMPN 13 Bulukumba mengaku terinspirasi dari studi di situs budaya ini dalam kaitannya mengembangkan model-model pembelajaran matematika di sekolah dengan mengangkat potensi budaya lokal. 

“Di Bulukumba kami memiliki cagar budaya yaitu perahu pinisi yang akan kami manfaatkan sebagai model pembelajaran matematika nanti di kelas. Setelah sepulangnya nanti saya akan mempelajari kembali etnomatematika dan mengaitkannya dengan teori-teori untuk pembelajaran di kelas.” Ungkap Ansar.

Peserta ISMaTeL mencoba membuat kerajinan perak di Kotagede.

Seperti yang telah dinyatakan oleh Dr. Sri Wulandari Danoebroto, M.Pd., salah satu pembicara di ISMaTeL, Indonesia memiliki keragaman budaya dan hal tersebut merupakan potensi untuk digunakan dalam pembelajaran matematika. Bentuk-bentuk matematika dalam budaya lokal sering dipandang tidak memiliki kontribusi dalam kehidupan moderen saat ini, sehingga keberadaannya diabaikan. Padahal matematika budaya atau etnomatematika berperan dalam membangun identitas individu serta dapat berperan dalam pengembangan kurikulum sekolah. (RK)


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *