Home » BERITA » Umum » PPPPTK Matematika Gelar SeNdiMat ke-VI

Archives

Categories

PPPPTK Matematika Gelar SeNdiMat ke-VI

Yogyakarta – Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika menggelar Seminar Nasional Pendidikan Matematika (SeNdiMat) yang ke-VI dengan tema: “Peran Pendidikan Matematika dalam Pengembangan Pembelajaran Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) untuk menyongsong Generasi Emas 2045 melalui Kecakapan Abad 21”. SeNdiMat ke-6 dilaksanakan selama 2 hari tanggal 15 s.d. 16 November 2018 di PPPPTK Matematika.

Kegiatan SeNdiMat ke-VI menghadirkan 3 invited speaker yaitu: Prof. Hee Chan Lew dari South Korea, National University of Education, Muhammad Ikhlasus Amal, Ph.D dari peneliti LIPI, dan Dr. Supinah dari PPPPTK Matematika.

Mengawali acara pembukaan, Kepala Bidang Fasilitasi Peningkatan Kompetensi, Dra. Puji Iryanti, M.Sc.Ed., melaporkan bahwa peserta yang mengikuti kegiatan seminar sebanyak 200 orang yang terdiri dari 107 peserta pemakalah dan 93 peserta non pemakalah. Peserta pemakalah terdiri dari peserta yang lolos seleksi dan dibiayai oleh PPPPTK Matematika, peserta terbaik Pelatihan Publikasi Ilmiah dan Karya Inovasi Pembelajaran Matematika (PIKIMat), peserta terbaik Olimpiade Nasional Inovasi Pembelajaran (ONIP), dan pemakalah atas biaya mandiri.

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2018-11-16 at 7.38.23 AM.jpeg
Kepala PPPPTK Matematika, Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd., membuka secara resmi kegiatan Seminar Nasional Pendidikan Matematika (SeNdiMat) ke-VI di PPPPTK Matematika.

Kegiatan SeNdiMat ke-VI dibuka secara resmi oleh Kepala PPPPTK Matematika, Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd. Dalam arahan sekaligus sambutannya, Daswatia Astuty menjelaskan bahwa perkembangan Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) saat ini begitu pesat dan mempengaruhi semua sendi kehidupan. Dikatakannya pula, untuk menyikapi kehidupan yang semakin kompleks serta untuk membekali SDM dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan penggunaan digital dalam proses industri dibutuhkan pemikiran kritis, kreatif, serta inovatif guna menyongsong generasi emas 2045 melalui kecakapan abad 21. (DD)


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *