Archives

Categories

SeNdiMat VII Jawab Tantangan Era Revolusi Industri 4.0

Yogyakarta –  Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Era Revolusi Industri 4.0 berkembang dengan sangat pesat dengan kompleksitas yang semakin luas. Kemajuan ini mempengaruhi aspek kehidupan, disiplin keilmuan, pendidikan, ekonomi, dunia industri, dan juga pemerintahan. Tantangan dan peluang di Era Revolusi Industri 4.0 juga menjadi perhatian bagi pendidik dan tenaga kependidikan di bidang matematika. 

Menjawab isu tersebut, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika menyelenggarakan Seminar Pendidikan Matematika (SeNdiMat) VII dengan tema: “Peluang dan Tantangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0” pada tanggal 13 s.d 14 November 2019 di LPMP D.I. Yogyakarta. 

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2019-11-13 at 4.21.27 PM.jpeg
Peserta yang mengikuti kegiatan SeNdiMat VII berfoto bersama pada acara pembukaan SeNdiMat VII tanggal 13 November 2019 di LPMP D.I Yogyakarta.

Pada kegiatan SeNdiMat VII ini menghadirkan pakar di bidang teknologi pendidikan yaitu  Sumaryanta, M.Pd. dan Joko Purnomo, S.T, M.T (Widyaiswara PPPPTK Matematika), Prof. Iwan Pranoto, M.Sc., Ph. D. (Guru Besar di Institut Teknologi Bandung), serta Romi Satria Wahono, Ph. D. (Researcher and Technopreneur in Software Engineering, Enterprise Architecture and Data Mining). Laporan dari panitia penyelenggara kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Umum PPPPTK Matematika, Nunik Sukeksi, S.H., M.Pd., mengatakan kegiatan SeNdiMat VII ini diikuti oleh 250 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia baik yang lolos seleksi sebagai pemakalah dan juga non pemakalah.

Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Praptono, M.Ed. mewakili Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, membuka secara resmi kegiatan SeNdiMat VII dan menyampaikan harapannya kepada PPPPTK Matematika sebagai leader pengembangan dan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan matematika dapat menjawab tantangan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2019-11-13 at 4.21.27 PM(1).jpeg
Kepala PPPPTK Matematika, Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd., menyerahkan cindera mata kepada Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Praptono, M.Ed.

SeNdiMat VII yang diselenggarakan oleh PPPPTK Matematika memasuki pelaksanaan yang ke tujuh di tahun 2019. Forum akademik tahunan ini merupakan salah satu program unggulan yang dimiliki PPPPTK Matematika dalam meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan di bidang matematika. (RK)

Peringati Ulang Tahun ke 39 PPPPTK Matematika Tanam 150 Pohon Tabebuya

Yogyakarta – Tanggal 13 November 2019 merupakan hari istimewa bagi Pusat Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika. Tiga puluh sembilan tahun yang lalu, pada tanggal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dalam Kabinet Pembangunan III, Dr. Daoed Joesoef meresmikan gedung Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) Matematika sekaligus menandai secara resmi operasional PPPG Matematika. Selanjutnya,  tanggal 13 November ditetapkan sebagai hari lahir PPPG Matematika dan kemudian menjadi PPPPTK Matematika seperti sekarang ini.

Untuk memperingati hari lahir yang ke 39 tahun ini, PPPPTK Matematika mengadakan kegiatan penghijauan dengan menanam 150 pohon tabebuya di lingkungan PPPPTK Matematika agar dapat menambah keindahan dan suasana yang asri serta memberi rasa kenyamanan bagi pegawai dan tamu yang berkunjung di PPPPTK Matematika. 

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2019-11-13 at 9.00.28 AM.jpeg
Kepala PPPPTK Matematika, Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd., menanam pohon tabebuya disaksikan oleh pegawai PPPPTK Matematika.

Kepala PPPPTK Matematika, Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd., mengawali penanaman pohon tabebuya di area halaman Gedung Gauss PPPPTK Matematika dengan disaksikan oleh pegawai PPPPTK Matematika. Daswatia Astuty kemudian menyerahkan secara simbolis bibit pohon tabebuya kepada beberapa perwakilan pegawai PPPPTK Matematika untuk melanjutkan menanam pohon tabebuya lainnya.

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2019-11-13 at 9.04.19 AM.jpeg
Penyerahan bibit pohon tabebuya kepada salah satu pegawai PPPPTK Matematika, Hening Fauziah untuk melanjutkan kegiatan penanaman 150 pohon tabebuya.

Pohon tabebuya sendiri dikenal sebagai pohon yang menghasilkan bunga yang indah dan lebat. Beberapa orang bahkan sering menyamakan tabebuya dengan tanaman sakura karena memiliki kemiripan. Pohon tabebuya yang dikenal di Indonesia adalah yang menghasilkan bunga berwarna kuning, merah muda, dan putih. Pohon ini dikenal menghasilkan bunga yang sangat banyak dan tidak putus sejak awal musim kemarau hingga menjelang musim hujan. (RK)

Pegawai PPPPTK Matematika Peringati Hari Pahlawan dengan Khidmat

Yogyakarta – Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika menggelar upacara Hari Pahlawan tanggal 10 November yang diperingati pada tanggal 11 November 2019 dengan diikuti oleh seluruh pegawai PPPPTK Matematika dan SEAMEO QITEP in Mathematics di halaman Gedung Gauss PPPPTK Matematika.

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2019-11-11 at 9.31.47 AM.jpeg
Pegawai PPPPTK Matematika memperingati Hari Pahlawan dengan Kepala PPPPTK Matematika, Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd., sebagai pembina upacara.

Kepala PPPPTK Matematika, Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd., bertindak sebagai pembina upacara, membacakan pidato sambutan Menteri Sosial Republik Indonesia, Juliari P Batubara, yang berisi ajakan kepada seluruh Warga Negara Indonesia untuk menjadi pahlawan masa kini sesuai tema “Aku Pahlawan Masa Kini”. Melalui tema ini diharapkan dapat membangkitkan semangat inovasi bagi anak-anak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini.

Pada kesempatan tersebut, Daswatia Astuty menyerahkan piagam penghargaan kepada pegawai PPPPTK Matematika yang ikut berpartisipasi dalam pergelaran Jogja Fashion Carnival tangggal 3 November 2019. Pada ajang ini, PPPPTK Matematika berhasil meraih JUARA HARAPAN III Kategori Flora pada Jogja Fashion Carnival 2019.(RK)

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2019-11-11 at 9.31.49 AM.jpeg
Kepala PPPPTK Matematika, Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd., memberikan ucapan selamat dan menunjukkan hadiah yang diperoleh Tim PPPPTK Matematika karena berhasil meraih Juara Harapan III di Jogja Fashion Carnival.

PPPPTK Matematika Tetapkan Lima Peserta Terbaik ONIP 2019

Yogyakarta – Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika menetapkan lima peserta terbaik yang mengikuti lomba Olimpiade Nasional Inovasi Pembelajaran (ONIP) Matematika yang diselenggarakan oleh PPPPTK Matematika tanggal 4 s.d 8 November 2019 di LPMP D.I Yogyakarta. Kelima peserta terbaik berhak menerima penghargaan berupa uang pembinaan dari PPPPTK Matematika.

E:\DOWNLOADS\ONIP.jpeg
Para peserta pemenang ONIP 2019, berpoto bersama dengan Kepala Bagian Umum PPPPTK Matematika, Nunik Sukeksi, S.H., M.Pd (no 8 dari kiri) dan Tim Penilai ONIP 2019.

Penetapan lima peserta terbaik tersebut dilakukan setelah 26 peserta mengikuti kegiatan Workshop Penilaian ONIP untuk mempresentasikan dan melakukan simulasi hasil karya inovasinya di hadapan Tim Penilai PPPPTK Matematika. Sebelum melakukan presentasi, peserta diberi pembekalan materi terkait pengembangan media dan persiapan seminar produk.

Adapun peserta yang berhasil menjadi juara pada ONIP 2019 adalah sebagai berikut:

NamaInstansiNama ProdukJUARA
Tony HarsenoSD Mudal BoyolaliPBL IMUT1
M. AbrorSMPN 1 Unter IwesTetris Geogebra2
SulastriSD Al Hikmah SurabayaAplikasi Pola Bilangan3
SunyotoSMA Negeri 1 KediriGame Interaktif Invers Matriks4
Agus SukamtoSDN Gadudero, Sukolilo, PatiJAKUBAR5

Dalam penilaian tersebut, seluruh peserta melewati dua tahapan yaitu Tahap Presentasi Produk Inovasi dan Tahap Simulasi Pembelajaran. Pada tahap Presentasi Produk Inovasi, peserta mempresentasikan produk inovasi yang telah dikembangkan dengan cara menunjukkan bagaimana penggunaan dan menjelaskan keunggulan produknya.

Selanjutnya dari tahap tersebut, Tim Penilai memilih 10 produk yang ditampilkan di tahap Simulasi Pembelajaran. Pada tahap ini, peserta melakukan simulasi penggunaan produk inovasinya dalam pembelajaran. Dalam tahap ini, aspek yang penjadi penilaian adalah: tujuan pembelajaran, kemudahan dalam proses pembelajaran, kebermanfaatan, dan relevansi dengan isu pendidikan matematika terkini.

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2019-11-08 at 4.26.56 PM.jpeg
Salah satu peserta ONIP 2019 sedang melakukan presentasi di hadapan Tim Penilai PPPPTK Matematika.

ONIP PPPPTK Matematika merupakan salah satu inovasi program pengembangan dan pemberdayaan PTK Matematika yang diselenggarakan oleh PPPPTK Matematika sebagai upaya untuk mendorong dan memfasilitasi pengembangan keprofesian berkelanjutan guru matematika di Indonesia. ONIP yang dirancang oleh PPPPTK Matematika diharapkan menjadi ajang bagi guru untuk berkompetisi menghasilkan karya inovasi pembelajaran yang bermanfaat. (RK)

PPPPTK Matematika Latih Operator Disdik untuk Simulasi Vicon

Jakarta – Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika melatih operator dari 9 Dinas Pendidikan (Disdik) untuk melakukan simulasi video conference (vicon) sebagai persiapan sebelum melaksanakan soft launching Pencanangan AJarMat menjadi Gerakan Nasional. Simulasi vicon dilaksanakan di Ambhara Hotel Jakarta selama 3 hari mulai tanggal 5 s.d. 7 November 2019.

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2019-11-06 at 11.31.00 AM.jpeg
Tim IT PPPPTK Matematika, diwakili oleh Nur Hamid, S.Kom., M.Cs., memberikan bimbingan kepada operator Disdik untuk simulasi video conference.

Kedelapan disdik yang mengikuti simulasi adalah: Kab. Aceh Tamiang, Kota Denpasar, Kota Jakarta Timur, Kab. Bogor, Kab. Sumba Tengah, Kota Makassar, Kab. Barru, Kab. Bengkayang, dan Kota Pontianak.

Dalam kegiatan tersebut, para operator dilatih menggunakan aplikasi  Cisco WebEx Meeting melalui penggunaan perangkat laptop/komputer dan mobile phone. Selama simulasi vicon, operator dilatih oleh Tim IT PPPPTK Matematika, Nur Hamid, S.Kom., M.Cs. Satu-persatu operator kemudian melakukan ujicoba vicon agar pada saat soft launching dapat berjalan dengan lancar.

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2019-11-06 at 11.30.12 AM.jpeg
Operator Disdik sedang melakukan simulasi video conference untuk soft launching Pencanangan AJarMat menjadi Gerakan Nasional.

Gerakan AjarMat merupakan terobosan terkini dari PPPPTK Matematika yang menyentuh langsung kepada masyarakat umum. Melalui gerakan ini diharapkan agar orang tua dan anggota masyarakat ikut serta membangun iklim pendampingan yang asih, asah, dan asuh dalam pembelajaran matematika sehingga anak akan menyenangi pelajaran matematika.

“Gerakan AJarMat akan dijadikan sebagai gerakan nasional yang mendorong orang tua atau masyarakat untuk mendampingi anak belajar dengan menjadikan matematika pelajaran yang menyenangkan.” Demikian dijelaskan oleh Kepala PPPPTK Matematika, Dr. Daswatia Astuty, M.Pd. (RK)

Staf Khusus Mendikbud Lakukan Monitoring dan Evaluasi di PPPPTK Matematika

Yogyakarta- Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dalam bidang Pengembangan Profesi Guru, Iwan Syahril melakukan kunjungan kerja di Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika, Kamis (7/11/2019). Kunjungan kerja ini dilaksanakan untuk monitoring dan evaluasi tugas dan fungsi serta implementasi PPPPTK Matematika dalam usaha memajukan dunia pendidikan di Indonesia khususnya di bidang Matematika.

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2019-11-07 at 5.29.07 PM.jpeg
Pertemuan Staf Khusus Mendikbud bidang Pengembangan Profesi Guru, Iwan Syahril dengan pejabat struktural dan fungsional PPPPTK Matematika dan SEAMEO QITEP In Mathematics.

Dalam pertemuan yang diikuti oleh pejabat struktural dan fungsional PPPTK Matematika dan SEAMEO QITEP In Mathematics di Aula Ki Hadjar Dewantara, Iwan Syahril meminta pendapat tentang usul konkrit yang harus dilakukan Kemdikbud untuk melakukan perubahan dan pendekatan kualitas guru serta pendidikan matematika dasar. 

Dalam sesi dialog, widyaiswara PPPPTK Matematika, Rumiati, M.Ed., mengatakan di Sekolah Dasar matematika hanya diajarkan sebagai hafalan, sedangkan matematika itu adalah sebuah konsep. Maka dari itu, konsep problem solving atau pemecahan masalah adalah usul konkrit yang perlu diterapkan untuk pengembangan matematika dasar.

Pada kesempatan tersebut, Iwan Syahril terus mengajak semua unsur di PPPPTK Matematika dan SEAMEO QITEP In Mathematics agar membuat terobosan baru yang inovatif untuk dapat mengembangkan pendidikan matematika agar menjadi lebih baik lagi sesuai perkembangan zaman. Iwan Syahril mengibaratkan ilmu seperti sebuah puzzle. Semakin kita belajar, semakin kita menemukan kepingan puzzle-puzzle yang tidak dapat kita sentuh tetapi kita tahu bahwa puzzle-puzzle tersebut merupakan bagian dari ekosistem yang sedang kita pelajari. Beliau menyampaikan bahwa semakin banyak kita belajar maka akan semakin banyak kita bertanya. 

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2019-11-07 at 5.29.09 PM.jpeg
Staf Khusus Mendikbud bidang Pengembangan Profesi Guru, Iwan Syahril berdialog dengan pengelola perpustakaan didampingi oleh Kabid Program dan Informasi, Rachmadi Widdiharto.

Usai melakukan pertemuan formal, selanjutnya Iwan Syahril meninjau beberapa fasilitas layanan PPPPTK Matematika yaitu perpustakaan dan mathematics playground didampingi oleh Kepala Bidang Program dan Informasi, Dr. Rachmadi Widdiharto, M.A. (DD)

PPPPTK Matematika Raih Juara di Jogja Fashion Carnival 2019

Yogyakarta – Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika ikut berpartisipasi dalam pergelaran Jogja Fashion Carnival tangggal 3 November 2019. Pada ajang ini, PPPPTK Matematika berhasil meraih JUARA HARAPAN III Kategori Flora pada Jogja Fashion Carnival 2019.

E:\DOWNLOADS\IMG-20191103-WA0062.jpg
Pengumuman pemenang Jogja Fashion Carnival di Jogja Expo Center, Minggu (3/11/2019), PPPPTK Matematika meraih Juara Harapan III Kategori Flora.

Jogja Fashion Carnival ini merupakan bagian dari acara Jogja Fashion Week ke-14 tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIY dan digelar di sepanjang jalan Malioboro hingga alun-alun utara Yogyakarta. Total peserta yang mengikuti karnaval ini sebanyak 28 kelompok yang terdiri dari 5 kelompok bintang tamu dan 22 kelompok yang mengikuti lomba karnaval, menggunakan tema kostum yang telah ditetapkan serta dinilai oleh dewan juri dari berbagai bidang ilmu dari unsur pemerintahan, budayawan, dan fashion.

Tema pada Jogja Fashion Carnival 2019 adalah Jantaka Anargya yang memiliki arti merubah atau membuat sesuatu sehingga menghasilkan sesuatu yang bernilai tinggi. Dalam carnival peserta menggunakan kostum dari bahan-bahan daur ulang dengan mengambil salah satu dari dua kategori yaitu flora dan fauna.

E:\DOWNLOADS\IMG-20191103-WA0059.jpg
Kepala PPPPTK Matematika, Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd., berpoto bersama dengan Tim Karnaval PPPPTK Matematika.

Untuk PPPPTK Matematika sendiri memilih mengusung tema: Mathematics in Flora Global Warming. Melalui tema ini PPPPTK Matematika menampilkan fashion yang menyimbolkan unsur-unsur tanah, pohon, daun, bunga, dengan menggunakan bahan daur ulang yang ramah lingkungan. Persembahan karya fashion dari PPPPTK Matematika merupakan wujud kepeduliannya terhadap lingkungan dan pemanasan global yang diterjemahkan ke dalam karya seni ramah lingkungan.

E:\DOWNLOADS\IMG-20191103-WA0074.jpg
Super Icon PPPPTK Matematika tampil di panggung penilaian 6 finalis di Jogja Expo Center.
E:\DOWNLOADS\IMG-20191103-WA0091 (1).jpg
Tim Karnaval PPPPTK Matematika berbaris bersiap untuk melakukan pawai di sepanjang jalan Malioboro.

Seperti yang terlihat pada sayap-sayap yang digunakan para Icon di punggung menggambarkan kerusakan yang ditimbulkan akibat pemanasan global. Hamparan tanah dan gumpalan-gumpalan tanah yang tererosi, pohon dan daun yang kering, serta ranting-ranting yang rapuh ditampilkan dalam kostum dengan disain untuk menggugah kepedulian kita tentang lingkungan

Selain itu, pada kostum yang digunakan tetap menggunakan berbagai simbol matematika sebagai ciri identitas PPPPTK Matematika. Penggunaan berbagai representasi matematika antara lain menggunakan bentuk geometri, angka dan bilangan, lambang operasi, dan bentuk fraktal. (RK)

Terima Kasih Bapak Muhadjir Effendy

Segenap Pimpinan dan pegawai di PPPPTK Matematika mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P., atas bimbingan dan arahan selama bertugas sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Periode 2016 -2019.

E:\DOWNLOADS\Slmt jln Mendikbud Muhadjir.jpg

Selanjutnya kami ucapkan selamat menjalankan amanah baru sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) pada Kabinet Indonesia Maju. Semoga diberikan kesehatan dan kekuatan dalam mengemban tugasnya.

Peserta ISMaTeL Lakukan Studi Etnomatematika di Situs Budaya

Yogyakarta – Sebanyak 201 peserta 1st International Seminar on Mathematics Teaching and Learning (ISMaTeL) melakukan studi etnomatematika di empat situs budaya di Yogyakarta, Rabu (23/10/2019). Situs budaya yang dikunjungi adalah Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, Keraton Yogyakarta, dan Kerajinan Perak di Kotagede.

Peserta ISMaTeL melakukan studi etnomatematika di Candi Prambanan, Rabu (23/10/2019).

Selama kunjungan di situs budaya, peserta mendapat tugas untuk melakukan pengamatan di setiap masing-masing situs budaya yang dikunjungi serta mencatat aspek budaya yang dapat diamati sebagai potensi yang bisa digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas. Dari potensi budaya yang diamati tersebut kemudian ditentukan topik matematika yang akan digunakan dalam pembelajaran.

Hasil pengamatan di situs budaya tersebut selanjutnya menjadi bahan diskusi pleno dengan dipandu oleh Tim Etnomatematika yang terdiri dari dosen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Tidar Magelang, dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Peserta studi etnomatematika di Keraton Ratu Boko melakukan pengamatan untuk mencari aspek budaya yang memiliki kaitan dengan pembelajaran matematika.

Salah satu peserta yang mengikuti studi etnomatematika di Keraton Ratu Boko, Ansar Langnge dari SMPN 13 Bulukumba mengaku terinspirasi dari studi di situs budaya ini dalam kaitannya mengembangkan model-model pembelajaran matematika di sekolah dengan mengangkat potensi budaya lokal. 

“Di Bulukumba kami memiliki cagar budaya yaitu perahu pinisi yang akan kami manfaatkan sebagai model pembelajaran matematika nanti di kelas. Setelah sepulangnya nanti saya akan mempelajari kembali etnomatematika dan mengaitkannya dengan teori-teori untuk pembelajaran di kelas.” Ungkap Ansar.

Peserta ISMaTeL mencoba membuat kerajinan perak di Kotagede.

Seperti yang telah dinyatakan oleh Dr. Sri Wulandari Danoebroto, M.Pd., salah satu pembicara di ISMaTeL, Indonesia memiliki keragaman budaya dan hal tersebut merupakan potensi untuk digunakan dalam pembelajaran matematika. Bentuk-bentuk matematika dalam budaya lokal sering dipandang tidak memiliki kontribusi dalam kehidupan moderen saat ini, sehingga keberadaannya diabaikan. Padahal matematika budaya atau etnomatematika berperan dalam membangun identitas individu serta dapat berperan dalam pengembangan kurikulum sekolah. (RK)

Seminar Internasional Pertama ISMaTeL Resmi Dibuka

Yogyakarta – Penyelenggaraan seminar bertaraf internasional pertama yang dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika dengan nama 1st International Seminar on Mathematics Teaching and Learning (ISMaTeL) tanggal 22 s.d. 25 Oktober 2019 secara resmi telah dibuka oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan yang diwakili oleh Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Ir. Sri Renani Pantjastuti, MPA., Selasa (22/10/2019) di Hotel Grand Dafam Rohan Jogja.

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2019-10-23 at 12.12.18 AM.jpeg
Pemukulan gong sebagai tanda dimulainya kegiatan ISMaTeL oleh Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Ir. Sri Renani Pantjastuti, MPA didampingi oleh Kepala dan Pejabat Struktural PPPPTK Matematika

Dalam sambutannya, Sri Renani menyampaikan apresiasi kepada PPPPTK Matematika atas penyelenggaraan ISMaTeL ini. Dia berharap peserta dapat mendesiminasikan dan juga mengembangkan etnomatematika ke seluruh guru di Indonesia. Ditambahkannya pula bahwa melalui seminar ini peserta tidak hanya belajar mengenai etnomatematika tetapi juga mengembangkan jejaring untuk memperluas wawasan. Sebelumnya Kepala PPPPTK Matematika, Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd., memberikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan berharap seminar ini bermanfaat bagi peserta dan anak bangsa.

Penyelenggaraan ISMaTeL oleh PPPPTK Matematika berangkat dari Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) 2015 – 2019 yang salah satunya menyebutkan bahwa perlu adanya upaya untuk meningkatkan daya saing regional. Oleh sebab itu, Kepala Bidang Program dan Informasi, Dr. Rachmadi Widdiharto, M.A., mengatakan dalam laporan pada pembukaan bahwa ISMaTeL akan menjadi agenda rutin yang akan dilaksanakan secara periodik setiap dua tahun.

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2019-10-23 at 12.12.26 AM.jpeg
Pembicara dan tamu undangan ISMaTeL berphoto bersama.

Lebih lanjut, Rachmadi menjelaskan melalui seminar ini dapat memberikan wawasan kepada peserta mengenai etnomatematika secara lebih dalam baik melalui presentasi seminar oleh para pakar etnomatematika dan juga langsung belajar etnomatematika ke situs budaya. Sebanyak 201 peserta dari peserta dari Myanmar, Lao PDR, Timor Leste, dan Indonesia juga akan melakukan studi etnomatematika di Candi Prambanan, Candi Boko, Keraton Yogyakarta, dan Kerajinan Perak Kotagede untuk mengeksplor lebih jauh kajian matematika di situs-situs budaya.

E:\DOWNLOADS\WhatsApp Image 2019-10-23 at 12.12.35 AM.jpeg
Penampilan tarian selamat datang Beksa Bambangan Cakil yang dibawakan oleh siswa dari Museum Kekayon Yogyakarta.

Pada acara pembukaan juga ditampilkan persembahan tarian selamat datang yaitu Beksan Bambangan Cakil yang dibawakan siswa-siswa dari Museum Kekayon Yogyakarta, Persembahan kekayaan budaya batik yang lekat dengan matematika yang dibawakan oleh putra putri pegawai PPPPTK Matematika, dan Tembang Dolanan Anak dengan judul Dolanan Angka oleh Perguruan Tamansiswa. (RK)