MEMPUBLIKASIKAN KARYA TULIS ILMIAH DI JURNAL MILIK PPPPTK MATEMATIKA


PENDAHULUAN

Guru merupakan tenaga profesional yang memiliki fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam pencapaian visi pendidikan , yaitu menciptakan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif. Profesi guru harus dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat, sebagaimana telah diamanatkan dalam Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Biroraksi Nomor 16 Tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, guru wajib melaksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) sebagai bentuk peningkatan kompetensi dalam menjalankan profesinya. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan mencakup tiga hal, yakni pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Untuk memfasilitasi publikasi ilmiah guru matematika, PPPPTK Matematika menyelenggarakan publikasi jurnal secara online (dalam jejaring) sebagai sarana pengembangan diri guru dan tenaga kependidikan, khususnya matematika. 

Pada tahun 2019, PPPPTK Matematika memanfaatkan Open Journal System (OJS) untuk mempublikasikan dua jurnal, yakni IDEAL MATHEDU dan EDUMAT. OJS adalah sistem online pengelolaan dan penerbitan jurnal yang dikembangkan oleh Public Knowledge Project (PKP) untuk memperluas dan meningkatkan akses ke penelitian. Diharapkan, dengan adanya publikasi jurnal secara online dapat secara efektif dan efisien memfasilitasi guru matematika dalam melakukan publikasi ilmiah dengan tetap mengedepankan kualitas. Dari hal di atas, tulisan ini akan membahas langkah-langkah untuk bergabung di sistem OJS untuk jurnal milik PPPPTK Matematika, baik sebagai pembaca maupun penulis (author). 

MENGENAL JURNAL MILIK PPPPTK MATEMATIKA

Saat ini, PPPPTK Matematika mempublikasikan dua jurnal yang masing-masing rutin terbit per enam bulan, yakni jurnal IDEAL MATHEDU dan jurnal EDUMAT. Kedua jurnal tersebut sama-sama memfasilitasi publikasi di bidang pendidikan matematika sehingga memperbanyak kesempatan  menjaring artikel-artikel kajian berkualitas untuk terpublikasikan. Jurnal milik PPPPTK Matematika diprioritaskan untuk memfasilitasi guru matematika / guru kelas untuk mempublikasikan karya tulis ilmiah terkait bidang matematika/ pendidikan matematika. Namun tidak menutup kemungkinan pihak-pihak lain berkontribusi dalam penulisan artikel senyampang masih relevan dengan topik jurnal. Masing-masing jurnal tersebut telah memiliki ISSN. Laman pilihan jurnal milik PPPPTK Matematika adalah http://p4tkmatematika.kemdikbud.go.id/journals/ . Akan muncul pilihan jurnal untuk diakses (Gambar 1), klik pada judul jurnal yang diinginkan. 

Gambar  1. Pilihan jurnal milik PPPPTK Matematika

Kesalahpahaman yang sering terjadi adalah penulis mengirimkan artikel yang sama ke kedua jurnal tersebut. Untuk kasus seperti ini sebenarnya merupakan pelanggaran dalam etika publikasi karya tulis ilmiah, namun PPPPTK Matematika lebih memaklumi dengan menolak hanya di salah satu jurnal dengan tetap mempertimbangkan isi penulisan. Oleh karena itu, jika pembaca ingin mengirimkan artikel untuk dipublikasikan di jurnal milik PPPPTK Matematika, hendaklah hanya mengirimkan ke salah satu jurnal saja, IDEAL MATHEDU atau EDUMAT saja. 

Bagian-bagian selanjutnya di tulisan ini akan memberi tampilan di IDEAL MATHEDU saja. Sementara, untuk langkah-langkah di EDUMAT tidak jauh berbeda. 

Melakukan Registrasi

Dari laman utama IDEAL MATHEDU: klik register kemudian isilah form registrasi sesuai data Anda seperti gambar 2 berikut. 

Gambar  2. Link registrasi di pojok kanan atas

Gambar  3. Isikan data penulis

Perhatikan bahwa untuk last name atau nama belakang harus merupakan kata terakhir dari nama. Untuk nama penulis terdiri dari satu kata, misal “Marfuah” , maka tuliskan “Marfuah” pada first name dan last name  sehingga terbaca Marfuah Marfuah. Untuk nama asli terdiri dari dua kata, misal “Ipung Marfuah”, maka tuliskan “Ipung” pada first name dan tuliskan “Marfuah” pada last name. Sementara untuk nama penulis terdiri dari 3 kata atau lebih, “Ani Budi Caca Deni”, maka pastikan hanya “Deni” yang dituliskan pada last name . Nama tengah atau middle name boleh dikosongkan. 

Gambar  4. Pernyataan persetujuan privasi

Apabila pengisian data selesai dilakukan, muncul tampilan seperti gambar 4, beri tanda pada pernyataan persetujuan privasi dan kesediaan menerima notifikasi. Selanjutnya klik tombol Register dan akan muncul seperti gambar 5 berikut sebagai tanda Anda telah terdaftar di sistem jurnal PPPPTK Matematika. 

Gambar  5. Registrasi selesai

Dari gambar 5, klik Edit My Profile  apabila ingin mengubah data pribadi. 

Gambar  6. Tampilan edit profil penulis

Sampai di langkah ini registrasi sukses dilakukan. Selanjutnya akan ditunjukkan langkah-langkah mengirim karya tulis ilmiah di IDEAL MATHEDU. 

Mengirimkan Karya Tulis Ilmiah

Setelah login pada alamat 

http://p4tkmatematika.kemdikbud.go.id/journals/index.php/idealmathedu/login

pada bagian atas kanan muncul username  penulis. Klik pada segitiga kecil kemudian pilih Dashboard seperti pada gambar 7 berikut. 

Gambar  7. Tampilan dashboard sebelum mengirim artikel

Klik New Submission. Kemudian ikuti 5 (lima) langkah mudah mengirim artikel yang dipandu oleh sistem; yakni 1) start ; 2) unggah artikel ; 3) masukkan metadata ; 4) konfirmasi; dan 5) selanjutnya. 

Gambar  8. Lima langkah mengirim artikel

  1. Start

Baca dengan seksama pernyataan pengiriman artikel yang ditampilkan dan pastikan artikel penulis telah memenuhi semua aspek yang diminta. Beri tanda centang pada setiap pernyataan yang terpenuhi. Penulis tidak dapat melanjutkan ke proses berikutnya apabila terdapat pernyataan yang tidak terpenuhi. Jika penulis mencentang pernyataan tersebut namun kenyataan di artikel tidak demikian, maka redaksi berhak menolak artikel tersebut. Perhatikan gambar 9 berikut. 

Gambar  9. Langkah mencentang pernyataan terkait artikel yang dikirimkan

Kemudian, isikan komentar di kotak komentar apabila dianggap perlu. 

Gambar  10. Menambahkan komentar

Klik  maka akan menuju langkah ke-2 yakni mengunggah file artikel. 

  1. Upload Submission

Pada langkah ini siapkan artikel karya tulis ilmiah yang akan diunggah. Terdapat 3 sub-langkah untuk tahap ini yakni 2.1 upload, 2.2 review details, dan 2.3 confirm. Untuk jenis komponen, pilih Article Text, kemudian klik Upload File

Gambar  11. Langkah 2.1 Mengunggah

Gambar  12. Langkah 2.2 Mereview detail dan 2.3 Mengkonfirmasi

Apabila artikel berhasil terunggah, muncul tampilan seperti pada gambar 13. Penulis masih dapat menambahkan file lain yang mungkin menunjang artikel yang dikirimkan dengan mengklik Upload File. Apabila telah siap menuju ke langkah berikutnya, klik Save and Continue

  1. Enter Metadata

Pada langkah ini, penulis diminta menginputkan data-data tentang artikel yang dikirimkan, meliputi judul, subjudul (jika ada), abstrak, penulis, dan kata kunci.

Gambar  14. Input judul artikel

Gambar  15. Input abstrak

Gambar  16. Add Contributor

Pada bagian ini, jika penulis lebih dari satu orang maka klik Add Contributor pada gambar 16 untuk menambahkan data penulis kedua, ketiga, dan seterusnya. Kemudian isikan data kontributor seperti pada gambar 17. 

Gambar  17. Input data kontributor

  1. Confirmation

Langkah ini meminta penulis melakukan konfirmasi apakah semua tahap mengunggah artikel telah dilakukan dengan benar, atau ingin membatalkan pengiriman. Seperti pada gambar 18 berikut. 

Gambar  18. Konfirmasi

  1. Next Step

Apabila semua tahap telah dilakukan, maka penulis akan menjumpai tampilan seperti gambar 19 berikut. 

Gambar  19. Next step

Selanjutnya, klik Return to Your Dashboard

Gambar  20. Tampilan dashboard setelah artikel terkirim

Progres review artikel yang telah terkirim dapat dipantau melalui jendela Dashboard ini. Dari gambar 20 terlihat bahwa terdapat empat tahapan yang harus dilewati suatu artikel untuk dapat terbit, yakni pengiriman/submission, review, copyediting dan production. Pengaturan sistem ini akan menginfokan ke penulis melalui email apabila terjadi aktivitas terkait artikel penulis, namun demikian sering terjadi email tidak masuk ke inbox penulis karena filter yang terpasang, atau kendala teknis lainnya. oleh karena itu penulis diharapkan sering login ke sistem jurnal PPPPTK Matematika.

Penutup

Demikian lima langkah mudah bergabung menjadi penulis artikel di publikasi ilmiah milik PPPPTK Matematika. Jika Anda memiliki naskah karya tulis ilmiah yang belum dipublikasikan atau belum dikirimkan ke redaksi manapun, jangan segan mempublikasikannya di PPPPTK Matematika. Semoga lebih memotivasi para guru matematika di Indonesia untuk terus mengembangkan profesinya. 

Daftar Pustaka

Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 

Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Biroraksi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

https://pkp.sfu.ca/ojs/ diakses 25 Juni 2019.

http://p4tkmatematika.kemdikbud.go.id/journals/index.php/idealmathedu  diakses 1 Juli 2019.

Marfuah (Widyaiswara PPPPTK Matematika)

Yuk, Cegah Hipertensi Sejak Dini

Oleh: dr. Wijayatun Handrimastuti

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Seseorang dikatakan terkena hipertensi bila tekanan darah sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Pengukuran dilakukan 2 kali dalam waktu yang berbeda dan dilakukan pada saat istirahat dengan posisi duduk atau berbaring. World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah hipertensi di seluruh dunia sekitar 1 milyar dan terus meningkat setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, 2/3 diantaranya berada di negara berkembang. Indonesia berada di urutan ke 5 negara dengan penderita hipertensi terbanyak. 

E:\DOWNLOADS\DSC_0011 (2).JPG

Dok. Tim Publikasi PPPPTK Matematika

Jumlah presentasi populasi yang mengalami penyakit (prevelansi) hipertensi yang terdiagnosis dokter di Indonesia mencapai 25,8%. Yogyakarta menduduki peringkat ke tiga prevalensi hipertensi terbesar di Indonesia, tertinggi Kepulauan Bangka Belitung (30,9%), dan terendah Papua (16,8%). Padahal pada awal penelitian di Bangka Belitung hanya 10% penderita yang mengaku didiagnosa hipertensi dan mendapatkan pengobatan. Hal ini merupakan fenomena yang patut diwaspadai karena berarti hanya 1/3 penderita yang terdiagnosa dan mendapatkan pengobatan, sedangkan yg 2/3 penderita tidak tahu kalau sakit dan tetap tidak mengubah gaya hidup.

Tingkat prevalensi hipertensi meningkat seiring dengan peningkatan usia dan cenderung lebih tinggi pada tingkat pendidikan yang rendah. Saat ini terdapat kecenderungan masyarakat perkotaan lebih banyak menderita hipertensi dibandingkan pedesaan. Hal ini dihubungkan dengan gaya hidup masyarakat perkotaan yang berhubungan dengan faktor resiko hipertensi seperti stress, obesitas, kurang olahraga, merokok, alkohol dan makanan yang tinggi kadar lemaknya.

Hipertensi yang tidak mendapatkan penangan yang baik menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, gagal ginjal dan kebutaan. Stroke (51%) dan Penyakit Jantung Koroner (45%) merupakan penyebab penyakit tertinggi. Menurut data Sample Registration System(SRS) Indonesia tahun 2014 hipertensi dengan komplikasi (5,3%) merupakan penyebab kematian nomor 5 pada semua umur.

Hipertensi merupakan silent killer dimana gejala dapat bervariasi pada masing-masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Hasil penelitian sporadis di 15 kabupaten kota di Indonesia oleh Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan memberikan fenomena 17,7% kematian disebabkan oleh stroke dan 10% oleh Ischaemic Heart Disease, dimana hipertensi merupakan soulmate factor keduanya.

Adapun gejala-gejala yang bisa timbul adalah: 

  1. Sakit kepala/rasa berat di tengkuk.
  2. Vertigo/pusing.
  3. Jantung berdebar-debar, nyeri dada, sesak nafas.
  4. Mudah lelah.
  5. Penglihatan kabur telinga berdenging (tinituts).
  6. Mimisan.
E:\DOWNLOADS\DSC_0005.JPG

Dok. Tim Publikasi PPPPTK Matematika

Faktor resiko hipertensi ada dua jenis yaitu: 

  1. Faktor Resiko yang tidak dapat diubah :
  1. Jenis kelamin.
  2. Umur.

Prevalensi hipertensi meningkat pada pria usia>45 tahun, dan wanita usia>60  tahun.

  1. Keturunan.
  2. Faktor Resiko yang dapat diubah:
  1. Pola makan (banyak mengkonsumsi garam, kolesterol, kafein, dan alkohol).
  2. Kurang berolah raga.
  3. Merokok.
  4. Obesitas.
  5. Stress.

Hipertensi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 

  1. Berdasarkan Penyebabnya:
  1. Hipertensi Primer/ Esensial (Idiopatik/ unkonwn) – 90%. 
  2. Hipertensi Sekunder/Non Esensial ( diketahui penyebabnya).

Penyebabnya: Penyakit ginjal, tumor, kehamilan, kelainan hormonal, pemakaian obat tertentu (obat pereda demam, pereda nyeri, obat flu dan batuk), pemakaian NAPZA.

  1. Berdasarkan bentuknya:
  1. Hipertensi diastolik.
  2. Hipertensi campuran.
  3. Hipertensi sistolik.
  4. Jenis-Jenis yang lain:

Hipertensi Pulmonal

Suatu penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah pada pembuluh darah arteri paru-paru yang menyebabkan sesak nafas, pusing dan pingsan pada saat melakukan aktivitas.

Hipertensi Pada Kehamilan, ada 4 jenis:

  1. Pre-eklampsia-eklampsia/keracunan kehamilan (hipertensi, edema, proteinuria karena kehamilan).
  2. Hipertensi kronik (sudah ada sejak sebelum hamil).
  3. Pre eklampsia pada hiopertensi kronik.
  4. Hipertensi gestasional /sesaat.

Akibat komplikasi hipertensi, yaitu: 

  1. Pada MATA

Penyempitan pembuluh darah pada mata karena penumpukan kolesterol dapat mengakibatkan retinopati dan pandangan mata kabur.

  1. Pada JANTUNG

Jika terjadi vasokonstriksi yang lama pada jantung dapat melemahkan jantung, sehingga timbul nyeri dada , bahkan kematian mendadak.

  1. Pada GINJAL

Suplai darah vaskuler pada ginjal turun menyebabkan penumpukan produk sampah yang berlebihan dan mengganggu fungsi ginjal.

  1. Pada OTAK

Jika aliran darah pada otak berkurang dan suplai O2 berkurang bisa mengakibatkan pusing. Jika penyempitan pembuluh darah sudah parah mengakibatkan pecahnya pembuluh darah pada otak (stroke).   

E:\DOWNLOADS\DSC_0022.JPG

Dok. Tim Publikasi PPPPTK Matematika 

Berikut hal yang dapat dilakukan untuk mencegah hipertensi, yaitu: 

  1. Pemberian Edukasi tentang Hipertensi.
  2. Modifikasi Gaya Hidup. 
  • Memeriksa tekanan darah secara teratur.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengurangi konsumsi garam /natrium ( maksimal 1 sendok teh/hari).

Makanan yang harus dihindari karena kandungan garamnya tinggi :

  • Biscuit, cracker, keripik.
  • Makanan minuman dalam kaleng ( sarden,sosis, kornet, soft drink).
  • Makanan yng diawetkan (dendeng, asinan, ikan asin, telur asin, pindang)
  • Mentega, keju, mayonaise. 
  • Bumbu-bumbu (kecap, saus terasi, tauco).
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung kalium, kalsium dan tinggi serat.

Misalnya pisang, bayam, bit, yoghurt, susu tanpa lemak, oatmeal, ikan, minyak zaitun.

  • Menghindari makanan berlemak tinggi.
  • Menghindari makanan yang mengandung alkohol ( misal durian, tape).
  • Mengurangi minum kopi (tidak lebih dari 4 cangkir/hari).
  • Jangan merokok.
  • Olah raga secara teratur. Dapat berupa lari, jalan cepat, bersepeda, berenang selama 20-25 menit dengan frekuensi 3-5x/hari atau 2-3 jam/minggu.
  • Hidup secara teratur.
  • Mengurangi stress.
  • Jangan terburu-buru.
  • Tidur cukup 6-8 jam/hari.

dr. Wijayatun Handrimastuti (Penulis adalah dokter umum di PPPPTK Matematika)

Kisi-Kisi Soal UKG 2015

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Uji Kompetensi Guru secara online yang dilaksanakan mulai tanggal 9 s.d 27 November 2015 di seluruh wilayah Indonesia. UKG tahun 2015 akan diikuti oleh semua guru dalam jabatan baik guru PNS maupun bukan PNS dengan jumlah jenis soal yang akan diujikan adalah 192 mata pelajaran/guru kelas/paket keahlian/BK. Hasil UKG ini akan menjadi bagian dari penilaian kinerja guru dan disamping itu, hasil UKG juga digunakan sebagai bahan pertimbangan kebijakan dalam pemberian program pembinaan dan pengembangan profesi guru serta pemberian penghargaan dan apresiasi kepada guru.

Mengingat saat ini banyak beredar kisi-kisi soal UKG tahun 2015 di media online yang belum tentu kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan, maka PPPPTK Matematika dengan ini mengumumkan dan menghimbau kepada seluruh guru agar menggunakan kisi-kisi soal UKG 2015 dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Adapun sumber yang kami rekomendasikan bagi seluruh guru untuk memperoleh kisi-kisi soal UKG tahun 2015 adalah sebagai berikut:

  1. http://gtk.kemdikbud.go.id/kisi-kisi-ukg/
  2. http://sergur.kemdiknas.go.id/

Hitung Cepat (Quick Count) Apa yang Dapat Dipelajari Darinya?

oleh: Fadjar Shadiq, M.App.Sc
(fadjar_p3g@yahoo.com & www.fadjarp3g.wordpress.com)

Pada saat quick count (hitung cepat) muncul pertama kali, pada Pemilu 2009 lalu, penulis yang Widyaiswara PPPPTK Matematika berpikir: Hasil hitung cepat dari lembaga survey tersebut akan jauh berbeda dangan hasil real count dari lembaga KPU (Komisi Pemilihan Umum). Pikiran penulis waktu itu, bagaimana hasilnya tidak akan berbeda jauh jika lembaga KPU membutuhkan waktu berhari-hari sedangkan lembaga survey hanya membutuhkan waktu berjam-jam (mungkin tidak sampai 24 jam) untuk menuntaskan hasil akhirnya? Alasan lain, KPU akan menghitung seluruh peserta pemilu dari seluruh Indonesia sedangkan lembaga survey akan menghitung hanya dari sebagian peserta pemilu. Ternyata dugaan dan pikiran penulis keliru. Hasil lembaga survey tidak begitu jauh berbeda dengan hasil KPU. Mengapa begitu? Itulah hebatnya Statistika. Karena meskipun KPU telah menghitung seluruh peserta pemilu dari seluruh Indonesia namun lembaga survey telah berhasil menghitung sebagian peserta pemilu dari seluruh Indonesia yang dianggap mewakili (representasi) dari seluruh peserta pemilu di Indonesia. Sekali lagi itulah hebatnya ilmu Statistika. Statistika telah berhasil menunjukkan bagaimana hasil lembaga survey telah mewakili (merepresentasi) seluruh peserta pemilu.

Artikel selengkapnya dapat diunduh melalui tautan berikut ini.

Download: 2015 1 Hitung Cepat R-valYL.pdf

Menentukan Rumus Jumlah Suatu Deret Dengan Operator Beda

Dari pengertian beda (selisih) dari suatu barisan bilangan yang diketahui, dicari selisih sampai diperoleh selisih tetapnya dan dengan memperhatikan bahwa koefisien suku-sukunya dari bentuk hubungan suku dengan beda tersebut dapat membentuk segitiga pascal yang koefisien suku-sukunya dapat dinyatakan dengan teorema Binomial dari Newton. Ternyata bentuk rumus suku ke-n dari suatu barisan bilangan dapat dikaitkan dengan teorema Binomial. Dengan menjumlahkan suku-suku dari barisan tersebut akan membentuk deret yang jumlah nya dapat dikaitkan teorema Binomial tersebut, maka  secara induktif dapat dikembangkan dari pengertian suku ke-n (Un) tersebut dapat dihubungkan dengan jumlah n suku (Sn) maka ditemukan rumus jumlah suatu deret tersebut.

Untuk selengkapnya klik link berikut:

 

 Menentukan Rumus Jumlah Suatu Deret Dengan Operator Beda

Bagaimana Menentukan Rumus Pasangan Triple Phytagoras

Jika pada suatu segitiga siku-siku, panjang sisi siku-sikunya adalah a dan b, dan panjang hipotenusa/sisi miring adalah c, maka dapat diturunkan rumus bahwa:

CodeCogsEqnyang dinamakan rumus Phytagoras. Pasangan bilangan yang memenuhi rumus tersebut dinamakan Triple Phytagoras. Dengan pengertian beda dari suatu barisan bilangan dan barisan tersebut diandaikan sebagai suatu fungsi yang dapat ditentukan operator bedanya. Untuk mempermudah pengertian beda (selisih) diatas dapat dibuat tabel beda sehingga dari empat pasang Triple Pythagoras yang sudah diketahui yaitu: (3,4,5); (5,12,13); (7,24,25) dan ( 9,40,41) dapat dibuat tabel beda yang dikaitkan dengan teorema Binomial dari Newton dapat diperoleh rumus pasangan Tripel Pythagoras.

Untuk artikel selengkapnya dapat didownload pada link berikut:

 

Bagaimana Menentukan Rumus Pasangan Triple Phytagoras

Pembuktian Tak Langsung

Oleh:

Fadjar Shadiq, M.App.Sc
(fadjar_p3g@yahoo.com & www.fadjarp3g.wordpress.com)

Bukti (proof) adalah argumen dari suatu premis ke suatu kesimpulan yang dapat meyakinkan orang lain agar dapat menerima kesimpulan baru tersebut. Pembuktian dalam matematika harus didasarkan pada dua hal yang sangat penting. Yang pertama pembuktian itu harus didasarkan pada pernyataan serta definisi yang jelas. Yang kedua, pembuktian tersebut harus didasarkan pada prosedur penarikan kesimpulan yang valid. Dikenal dua prosedur pembuktian, yaitu bukti langsung ( direct proof) dan bukti tak langsung (indirect proof).

Download artikel selengkapnya.

Notasi Sigma

Oleh: Fadjar Shadiq, M.App.Sc

Notasi sigma memang jarang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, tetapi notasi tersebut akan banyak dijumpai pada bagian matematika yang lain, paling sering ditemui di Statistika. Jika Anda mempelajari Statistika maka Anda akan menjumpai banyak rumus-rumus yang digunakan memakai lambang notasi sigma; misalnya rumus mean, simpangan baku, ragam, korelasi, dan lain-lain. Di Kalkulus, pada waktu membicarakan luas daerah yang dibatasi oleh kurva dan sumbu-sumbu koordinat, Anda akan menemui Jumlahan Riemann yang menggunakan notasi sigma untuk menyingkat penjumlahan yang relatif banyak. Ketika mempelajari Kombinatorik, Anda akan menemui bentuk notasi sigma dalam koefisien binomial.

 

Download file lengkap

Fakta-fakta Menarik dari Hasil International Mathematical Olympiad (IMO)

imo

Oleh: Puji Iryanti

Widyaiswara PPPPTK Matematika

Pernahkah Anda mengunjungi situs International Mathematical Olympiad (IMO), http://www.imo-official.org ? Jika Anda menganalisa data statistik hasil IMO pada situs ini, banyak hal menarik yang akan Anda temukan.

IMO adalah kompetisi kejuaraaan dunia matematika untuk siswa-siswa sekolah menengah yang diselenggarakan setiap tahun di suatu negara yang berbeda-beda. IMO yang pertama diselenggarakan pada tahun 1959 di Rumania, dengan 7 negara peserta. Lambat laun peserta semakin bertambah hingga mencapai lebih dari 100 negara dari 5 benua. Setiap peserta menyelesaikan 6 soal selama 2 hari berturut-turut. Skor maksimal tiap soal 7. Setiap hari peserta menyelesaikan 3 soal dalam waktu 4 ½ jam. Soal meliputi geometri, teori bilangan, aljabar dan kombinatorik yang dipelajari di sekolah menengah. Soal-soal ini disusun sedemikian rupa sehingga soal P1, P4, P2, P5, P3, dan P6 memiliki tingkat kesulitan dari yang paling mudah sampai yang paling sulit.

Download artikel lengkap

Menjadikan Pengajaran dan Pembelajaran Bermutu Suatu Prioritas Utama

pendidikan

oleh : Puji Iryanti

Hampir setiap tahun tim Education for All Global Monitoring menerbitkan laporan pencapaian negara-negara di dunia dalam memberikan pendidikan dasar bagi semua rakyatnya.Gerakan Education for All ini dimulai di World Conference on Education for All pada tahun 1990 di Jomtien, Thailand.Pertemuan ini menargetkan pada tahun 2000 semua negara berhasil memberikan pendidikan dasar kepada rakyatnya dan menuntaskan buta huruf.Sayangnya, sampai tahun 2000 belum semua negara berhasil mencapai target.Pada pertemuan di Dakar, Senegal tahun 2000, masyarakat internasional memperbarui komitmen untuk mencapaipendidikan dasar bagi semua rakyat pada tahun 2015.Pertemuan menelurkan 6 tujuan yaitu (1) pendidikan usia dini, (2) akses ke pendidikan dasar yang bermutu dan gratis bagi semua anak, terutama untuk anak-anak perempuan, anak-anak dari suku minoritas dan dari lingkungan yang sulit (3) akses generasi muda dan orang dewasa ke program-program keterampilan, (4) peningkatan 50% penduduk yang melek huruf khususnya kaum wanitadan akses ke pendidikan dasar dan lanjut bagi orang dewasa, (5) menyeimbangkan perbedaan gender pada pendidikan dasar dan sekunder sampai tahun 2005 dan mencapai kesetaraan gender pada tahun 2015, dan (6) memperbaiki mutu pendidikan sehingga semua penduduk bisa membaca, berhitung dan memiliki keterampilan hidup dasar.

Teaching and Learning: Achieving quality for all” menjadi tema Education for All Global Monitoring Report (EFA GMR) 2013/4. Salah satu yang dibahas dalam laporan ini adalah penekanan pada kebijakan nasional untuk menjadikan pengajaran dan pembelajaran bermutu merupakan suatu prioritas utama.Di samping itu juga ditekankan pentingnya menjamin semua siswa di sekolah mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang harus mereka miliki.Laporan ini mereview kebijakan nasional yang dibahas dalam Bab 5.Rencana memperbaiki mutu pendidikan khususnya untuk siswa yang kurang beruntung (penyandang cacat, kaum minoritas, dan mereka yang tidak diuntungkan secara geografis) ditelaah dalam aspek memperbaiki mutu pembelajaran, memperbaiki mutu guru dan manajemennya, pendanaan dan mencukupi kekurangan tenaga guru.

PengajarandanPembelajaranBermutu